Posts

Dari mana

Image
Dari mana Angin datang dari mana?. Memaknai yang bagaimana?. Mengerti yang seperti apa?. Sedang kesalahan dan kesesatan adalah bagian dari kita. Mengerti atau tidak, apa bedanya?. Apa itu hanya sebuah pengakuan. Apakah yang mengerti memang benar, dan yang tak mengerti adalah salah?. Hanya Dia yang tahu benar salah.  Diam atau merenung?. Aku pilih keduanya. Tapi aku sedang tak biasa. Aku tak bisa itu, keduanya bahkan. Entah. Sesal yang bagaimana, faktor apa yang buat kita menyesal?. Apakah yang di sebut dan di maksud faktor itu?. Apakah itu awal?, Atau akhir?. Bisa mungkin, sebab dari dan akibat dari, bukan?.  Ini apa?. Tercecer semua di pikiranku. Berantakan dan compang camping. Apa yang tercecer itu?. Ah.. aku melihat diriku. Iya, diriku compang camping, hancur lebur, menyakitkan. Atau, itu hanya ilusi ?. Siapa tahu?. Kamu tahu?, Atau belalang, kucing, kecoa, apa malah orang di sana di bawah lampu penerangan jalan, dengan baju gembel, sandal satu buah itu tahu...

Dhani

Image
 D.H.A.N.I Dia seorang teman. Sudah menjadi ayah sekarang. Dulu, tak saling kenal. Sebagai tetangga, dia cukup baik di lingkungan. Kami selisih 10 tahun. Tapi, tak membuat jarak karena itu. Justru setelah aku duapuluhan, kami makin akrab. Oke dan mudeng saat berkomunikasi, keluh kesah jadi hal yang sering aku dengar darinya. Hem.. *** Dhani namanya. Keturunan Arab, kata orang. Aku agak ragu, tapi tak terlalu menyangkal, pasalnya hidung yang mancung khas timur tengah itu. Sewaktu aku sebelasan, aku selalu di "peralat"nya. Selalu di suruh ini dan itu, aku nurut saja hehehe. Mungkin karena iming-iming duit, jika sukses menjalankan tugas darinya, menjadikanku sregep. Atau karena aku sedikit bodoh, jadi di suruh ke kanan aku ke kanan, ke kiri pun sama ke kiri juga. Heum.. *** Sekitar aku limabelasan, ia merantau ke negeri jauh, ABK atau Anak Buah Kapal. Iya, jadi ABK. Tak tahu aku dia jadi ABK kalau tak di beri tahu pak RT. Konon, ia ikut agensi kota Semaran...

Situasi

Image
Bising   Malam ini lumayan bising. Bising di sekeliling dan dalam diriku. Seperti biasa tak ada perubahan, buku-buku masih di tempatnya, teman-teman masih saling sibuk dengan gadgetnya, tanaman di pot yang sudah satu tahun aku tanam tetap segitu-gitu saja, tak nampak berubah, tak nampak berkembang. *** Aku masih ingat sebulan lalu, aku dan kedua temanku seperjuangan, sibuk dengan proyek ini itu. Proyek yang tak penting-penting amat kalau di pikir-pikir, dan bagi orang lain. Karya tulis, mulai dari cerpen, puisi, sampai novel Prematur pun kami buat. Dikatakan prematur karena ceritanya terlalu cepat habis dan pendek, maklum, otak kami dangkal, belum ada banjir dan penggalian informasi yang memadai. Masih cethek. Tata bahasa yang berantakan, belum tau diksi, dan kawan-kawannya. Hanya yang mengganjal di pikiran dan hati kami yang saat itu membuncahlah yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Maklum..  *** Bekerja sambil kuliah? Istilah atau ungkapan y...

kecil yang besar

Image
Kebahagiaan kecil yang besar  Awal bulan penuh berkah dan umpatan. Melihat segalanya dari sesuatu yang sama, sudut yang sama. Terlintas sesuatu yang mungkin walau sepertinya tak mungkin. Itu bagaimana? Kamu bisa memahami kata-kata saya?. Enam orang ditambah satu samadengan tujuh, lalu pergi satu lagi, tetap enam. Tak nampak Sepoi angin, langit nampak rabun, kurasa banyak Lamuk yang merebak di muka. Tiga kancil tertawa riang, sambil berjudi tanpa taruhan. Maklum pengangguran. Tiga kancil yang lain, satu sedang sibuk mengupas timun, satu melihat tekannya judi, yang terakhir sedang menulis ini. *** Hei, hewan apakah itu. Melintas di depanku, berbulu abu loreng, berkaki empat, buntutnya bundel. "Hoooeeeii.. itu kucing, masa kamu ikutan rabun kayak langit di atas?." Sahut seseorang kepadaku, seakan dia tau isi hatiku yang kebetulan tadi itu. Ohh ternyata diriku sendiri, iya. Diriku yang berkata, diriku didalam diriku, pikiran di dalam pikiranku. Oooo kauu.  ...

April

Image
April Sedang duduk saja, ada dua teman yang sedang sibuk masing-masing dengan gadgetnya. Saling tuduh dan menyalahkan, tak jaranng pula tertawa lepas seperti anak kecil yang bebas bermain kesana kemari. Ada dua kucing juga yang tertidur pulas. Satu kucing berwarna dominan hitam ada corak tipis kuning asam pulas tertidur dengan gaya bebas terlentang dan agak condong ke kanan kearah tembok sebagai tempat bersandar agar kuat dan seimbang mempertahankan gaya tidurnya. Dan kucing yang satunya tertidur namun agak kurang pulas, karena baru aku pindahkan dari posisi tidurnya semula yang ngleendot malas di dekat kaki kiriku. Sekarang pindah posisi melingkar. Warna dominan putih dan dua corak tegas menonjol kuning, dan hitam. Lama-lama terlihat seperti klereng susu dengan posisi melingkarnya itu. Berusaha terlelap kembali. *** Setelah selesai ku tulis tentang dua kucing ini, tiba-tiba datang temanku yang satunya lagi. Segera ikut nimbrung dengan k...